Minggu, 30 Maret 2014

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR BERBASIS KOMPUTER PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS XI MAN 1 BULUKUMBA



SKRIPSI



Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh GelarSarjana Pendidikan pada Jurusan MIPA dalam Program Studi Biologi pada Sekolah
Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Muhammadiyah Bulukumba


OLEH

MAHDI MAHFUD

NO.STB: 2009 310 3148


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)MUHAMMADIYAH BULUKUMBA
2013


 

MOTODAN PERSEMBAHAN



Hidup adalah Pilihan,
Maka Jalani Hidup dengan Senyuman.
Tiada Galau dan Kesedihan,
Tiada Duka dan keburukan.
Semuanya ada dalam Diri Kita Masing-Masing,
Dan akan Indah pada waktu-nya,,,,,,,,,,

Yakusa(Yakin Usaha Sampai) InsyaaAllah,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!1!!!!

P e r s e m b a h a n
Kepada
Kedua ORANG TUAKU dan Saudara-Saudarakuadalah Sumber dari segala Inspirasi,  Spiritdan Kasih Sayang yang Mengalir dalam Diriku untuk Menuntut Ilmu.
Dan kepada Lembaga HIJAUHITAM (HmI)yang selalu ada dalam Jiwa ini, sampai kepada Kekasihku Tercinta danKawawan-Kawan Breaking Fee yang selalu memberikan Semangat dan Kesetiakawanan.

Dengan ini,
       
        Sebuah karya sederhana kupersembahkan baginya, meski apa yangkumiliki tidak akan pernah cukup untuknya,,,,,MM.


                                            
ABSTRAK


YULIANA.2009 3103 073 Pengaruh Metode Team Teching Terhadap Hasil Belajar Biologi SiswaKelas VIII SMP Negeri 2 Bontotiro. Skripsi.Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Program Studi Jurusan Biologi.Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bulukumba.
Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen. Penelitianini terdiri atas dua variabel yaituvariabel bebasdan terikat. Variabelbebasnya yaitu metode team teaching sedangkan variabel terikatnya adalah hasilbelajar biologi siswa yang terdiri dari dua kelas sampel yaitukelas eksperimen dan kelas control untuk melihat pengaruh Pengaruh Metode TeamTeching Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Bontotiro dengan jumlahkeseluruhan siswa 69orang.
Hasilbelajar biologi siswa dalam ketuntasan belajar setelah dilaksanakannya prosespembelajaran dengan PengaruhMetode Team Teching Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP Negeri2 Bontotiro berdasarkan tabel 5 terlihat bahwa pada kelas VIIIa sebagai kelas eksperimen dari 35 orang siswa, terdapat 16orang siswa (47, 06) memiliki skor antara 8 – 10 dengan kategori termotivasi.Pada kelas VIIIbsebagai kelas kontrol dari 35 orang siswa, terdapat 11 orang siswa (31,43%)memiliki skor antara 6 – 7 dengan kategori termotivasi dan 24 orang siswa(68,57%) memiliki skor antara 4 – 5 dengan kategori cukup termotivasi.
Kesimpulan penelitian ini adalah dengan PengaruhMetode Team Teching Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP Negeri2 Bontotiro dapat meningkatkan hasil belajarsiswa.
.




BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang  
Usaha untuk mencapai kesejahteraan manusia Indonesia salah satunya dapatdilakukan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan ilmupengetahuan dan teknologi dapat diwujudkan melalui pendidikan. Pendidikan yangdiharapkan tentunya adalah pendidikan yang berkualitas .
Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu fokus didalampembangunan pendidikan Indonesia dewasa ini. Dari salah satu pendekatanterhadap berbagai masalah penigkatan kualitas pendidikan itu adalah pemanfaatanpenelitian pendidikan. Namun sayangnya, berbagai hasil penelitian yangdilakukan di bidang pendidikan selama ini kurang dirasakan dampaknya dalambentuk peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
Proses pendidikan dalam institusi persekolahan tujuan utamanya adalahmengembankan dan membentuk potensi intelektual atau pikiran menjadi cerdassecara terprogram dan koordinatif. Materi pendidikan dipersiapkan, untukdilaksanakan secara metodis, sistematis, efektif dan efesien menurut ruang danwaktu yang telah ditentukan.jadi penyelenggaraan pendidikan dilaksanakanmenurut metode dan system yang jelas dan kongkrit.
1
Proses  pengajaran di kelas adalah inti dari prosespendidikan. Oleh karena itu kualitas pembalajaran sangat menentukan kualitaspendidikan. Namun dapat dipungkiri bahwa proses pengajaran saat ini bukannyatanpa masalah. Rendahnya hasil belajar siswa merupakan salah satu indikatorperlunya perbaikan proses pembelajaran                                                                 Keseluruhan hasil belajardapat dikelompokkan dalam distribusi frekuensi, presentase dan kategori hasilbelajar siswa kelas XI MAN 1 Bulukumba.
Metode pembelajaran yang di terapkan oleh guru dapat menjadi faktorpenentu berhasilnya proses pembelajaran di kelas. Selama ini prosespembelajaran cenderung membuat siswa fasif tanpa aktifitas apapun dikelas. Haltersebut menyebabkan siswa merasa bosan dan jenuh dengan pembelajaran.Pembelajaran semacam ini dapat berupa metode ceramah yang lebih menekankan alur informasi dariguru ke siswa. Dengan demikian guru selalu dianggap sebagai sumber informasiutama.
Pengajaran ceramah yang selama ini dilakukan kurang melibatkan pesertadidik dalam proses belajar mengajar hal ini dapat terjadi karena peran guruyang terlalu dominan,dengan demikian dapat mengurangi tanggung jawab pesertadidik dalam tugas belajarnya. Oleh karena itu perlu adanya perubahan paradigmadalam menelaah proses belajar siswa interaksi antara siswa dan guru. Sudah saatnyalah kegiatan belajarmengajar juga lebih mempertimbangkan siswa. Alur -alur proses belajar harus selalu berasal dari guru menuju siswa, siswa juga saling mengajar dengan siswa lain.
Salah satu untuk penciptaan susunan mengajar yang tepat menarik sertadapat merangsang timbulnya aktifitas siswa yang efektif adalah denganpenggunaan media. Pengguaan media dapat diharapkan dapat membantu siswa dalamberfikir dan menelaah materi yang di pelajari. Dengan demikian media pembelajaranyang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadapefektifitas pembelajaran.
Media pembelajaran adalah sarana komunikasi  dalam bentuk cetak maupun pandang –dengar,termasuk teknologi perangkat keras. Dengan demikian media pembelajaran adalahsegala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran,perasaan,dan kemampuan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanyaproses belajar pada peserta didik.
Media pembelajaran yang sesuai sebaiknya digunakan dalam proses belajarmengajar dalam mengaktifkan siswa salah satu diantaranya melalui pengguanaanmultimedia film. Dengan menerapkan model pembelajaran tersebut diharapkan akanlebih mendalami pengetahuan, keterampilan dan sikap belajar. Pemanfaatan mediafilm seharusnya merupakan bagian yang harus mendapatkan perhatian khususnyaguru setiap kegiatan pembelajaran setiap kegiatan pembelajaran mengingat saatini telah banyak sumber-sumber yang menyediakan media tersebut.
Namun kenyataan bagian inilah yang masih sering terabaikan denganbebagai alasan, alasan yang sering muncul antara lain: terbatasnya waktu untukmembuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, bahkan sampaidengan tidak tersedianya biaya. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru telah membekalidiri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal media pembelajaran.Sesungguhnya betapa banyak media yang bisa di pilih, di kembangkan dan dimanfaatkan sesuai dengan kondisi waktu, biaya,maupun tujuan pembelajaran yangdi kehendaki.
Penggunaan media interaktif dalam pembelajaran biologi khususnya mediaberupa film pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalambelajar. Karena dengan media film tersebut siswa dapat memanfaatkan seluruh inderamereka untuk dalam menyimak suatu materi yang di pelajari.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis mencoba menerapkan penggunaanmedia interaktif berupa film dalam proses pembelajaran biologi di kelas dengan mengangkat judulpenelitian “ EfektifitasPenggunaan Media Belajar Berbasis Komputer Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XI MAN 1 Bulukumba”.      
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang  yang telah dirumuskan di atas, maka masalahyang akan di selidiki dalam penelitian ini adalah bagaimanakah   efektifitas penggunaan media belajar berbasis komputer pada mata pelajaran biologi kelas XI MAN 1 Bulukumba ?
C. TujuanPenelitian
Tujuan penelitian ini pada dasarnya adalah untuk mendapatkan jawabanatas masalah yang telah di rumuskan yaitu untuk mengetahui efektifitaspenggunaan media belajar berbasis komputer pada mata pelajaran biologi kelas XI MAN 1 Bulukumba.
D. ManfaatHasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat terhadap:
1.   Guru, sebagai bahan acuan dalammenyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media interaktifberupa film.
2.   Peneliti, sebagai bahan referensiuntuk penelitian yang relevan dengan penelitian ini.
3.   Insransi pendidikan, sebagaibahan redefensi terkait media film dalam pembelajaran untuk peningkatan mutupendidikan.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
A.  Tinjauan Pustaka
1.   Pengertian Belajar
Pengertian belajar menurut beberapa ahli sangatberaneka ragam, menurut pengertian secara psikologis, belajar adalah merupakansuatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah-laku sebagai hasil dariinteraksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya(Slameto,2003). Dari defenisi tersebut, maka dapat dikatan bahwa belajar adalahsuatu proses perubahan melalui suatu usaha tertentu untuk memperoleh sejumlahpengetahuan dari berbagai hasil pengalannya sendiri yang menyebabkan adanyaperubahan secara keseluruhan pada diri seseorang.
6
Sudjana (1989),mengatakan bahwa belajar bukan menghafal dan bukan mengingat.belajar adalahsuatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang,perubahan sebagai hasil belajar ynag dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk.Sementara itu Ernest R. Hilgard dalam  Muh.Uzer Usman (2003) mengemukakan bahwaBelajar adalah suatu proses di mana ditimbulkan atau diubahnya suatu kegiatan karenamereaksi suatu keadaan. Perubahan itu tidak disebabkan oleh proses pertumbuhan(kematangan ) atau keadaan organisme yang sementara (seperti kelelahan ataukarena pengaruh obat-obatan). Lebih terperinci Slameto (2003), dalam bukunyabelajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya bahwa belajar adalah suatuproses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu peruahantingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri,dalaminteraksi denngan lingkungannya.Belajar merupakan persoalan setiap manusia.Hampir semua pengetahuan, keterampilan,kebiasaan, kegemaran , dan sikapseseorang itu terbentuk dan berkenbang karena belajar. Kegiatan belajar terjaditidak saja pada situasi formal di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolahseprti di lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan ditengah-tengah masyarakat.
Belajar merupakan suatu aktivitas yangdilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari baha yang di pelajari. maka sejalan dengan itu Sardiman (1992), mengemukakan bahwa belajar adalahrangkaian kegiatan jiwa dan raga atau psikofisik menuju keperkembangan pribadiseutuhnya yang menyangkut unsur cipta, rasa,ranah kognitif, ranah efektif, danranah psikomotorik. Sebagai hasil dari aktivitas belajar akan dilihat sebagaiperubahan tingkah laku dari hasil pengalan. Pengalaman itulah yang akanmembentuk pribadi individu kearah kedewasaan.
Tujuan belajar  pada hakekatnya adalah terjadinya suatuperubahan dalam diri individu. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan dalamarti perkembangan pribadi individu seutuhnya. Perubahan yang dialami itumenyebabkan seseorang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya(Sahabudding, 1999). Senadadengan pendapat Hamalik (1994), bahwa belajar adalah suatu bentuk perubahan dalam diri seseorang yangdinyatakan dengan cara bertingkah laku berkat pengalaman dan latihan.

2.   Pengertian Mengajar Dan Metode Pembelajaran
Belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda akan tetapikeduanya terdapat hubungan  yang eratsekali. Bahkan antara keduanya terjadi kaitan dan interaksi satu sama lain.Mengajar merupakan salah satu komponen dari kompetensi-kompetensi guru mengajarmerupakan suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungansebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi prosesbelajar-mengajar (Suryosubroto, 1996).
Mengajar adalah usaha mengorganisasi lingkungan sehingga menciptakankondisi belajar bagi siswa. Perumusan ini dianggap lebih maju sebabmenitipberatkan pada siswa, lingkungan dan proses belajar. Perumusan sejalandengan pendapat dari Mc. Donald mengemukakan sebagai berikut:education in the sense used here, isaprocess an activity which is directed at producing desirable, changes in thebehavarior of human beings.(pendidikan adalah suatu proses atau kegiatanyang beruhuan menghasilkan tingkah laku manusia ).
Mengajar adalah suatu aktivitas untuk menolong dan membimbing seseoranguntuk mendapatkan, merubah dan mengembankan skill, attitudes,ideals,appreciationand knowledge, Mengajar adalah membuat keputusan dalam interaksi belajarmengajar, di mana guru terlibat secara bertanggung jawab. Tanggung jawab itumeliputi pemberian bantuan kepada siswa untuk sesuatu yang baik, memberikanjawaban langsung atas pertanyaan siswa, memberikan kesempatan kepada siswauntuk mengemukakan pendapat, memberikan kesempatan kepada siswa menghubungkandan memperaktekkan pengalaman belajarnya dan tanggung jawab guru terkahiradalah melakukan pengukuran dan penilaian atas keberhasilan belajar siswa(Abdurrahman,1996).
Mengajar dikelas memerlukan teknik dan tata cara tertentu, tekniktersebut lebih dikenal dengan istilah metode mengajar. Metode adalah suatu carayang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini berlakubaik pada guru maupun pada siswa. Makin baik metode itu, makin efektif pulapencapaian tujuan (Winarno,1990). Dalam kegiatan belajar mengajar metodediperlukan oleh guru dalam penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yangingin dicapai. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila diatidak menguasai satupun metode mengajar.
Nasution (2000), mengemukakan bahwa metode mengajar adalah strategipengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Guru hendaknyamenggunakan metode yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar sehinggadapat berfungsi sebagai alat yang efektif untuk mencapai tujuan pengajaran.Sejalan dengan itu, Sudjana (2002), mengemukakan bahwa metode mengajar adalahcara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saatberlangsungnya pengajaran. Proses interaksi akan berjalan dengan baik kalausiswa banyak aktif dibandingkan dengan guru, sehingga metode mengajar yang baikadalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatian belajar siswa.
Arikunto (2003), mengemukakan bahwa metode mengajar adalah cara-cara atau teknik yang digunakan dalammengajar, demonstrasi, eksperimen dan sebagainya. Metode dapat ditetapkan olehguru dengan memperhatikan tujuan dan bahan pelajaran. Pertimbangan pokok dalammenentukan metode terletak pada keefektifan proses belajar mengajar.
 Metode mengajar sangat banyak danbervarasi. Pendekatan dan penggunaannya dapat dikategorikan ke dalam pendekatankelompok dan pendekatan individual. Metode mengajar dengan pendekatan kelompokpada umumnya ditujikan untuk membimbing kelompok agar belajar sedangkanpendekatan individual memungkinkan setiap siswa dapat belajar sesuai denganbakat dan kemanpuan masing-masing. Namun pendekatan kelompok harus tetapmemperhatikan adanya perbedaan individual dalam diri siswa (Ali,2002).
Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka penulis dapat simpulkanbahwa metode mengajar adalah salah satu cara yang digunakan oleh seorang gurudalam proses belajar mengajar sehingga tujuan pengajaran dapat di capai secaramaksimal.
3.  Pengertian Hasil Belajar
Hasil dalam kamus bahasa Indonesia disinonimkan dengan kata prestasiyang artinya sesuatu yang telah dicapai (Poerwadarminta,1982). Hasil belajar adalahprestasi actual yang di tampilkan oleh anak dan menurut Sudjana (1989) bahwahasil belajar adalah kemampuan-kemanpuan yang dimilki siswa setelah ia menerimapengalaman belajar.
Menurut Abdurrahman (1996) bahwa hasil belajaradalah kemampuan yang diperoleh anak melalui kegiatan belajar. Belajar tersebutdipengaruhi oleh intelegensi dan penguasaan awal anak terhaap materi yangdipelajari. Hasil belajar merupakan prestasi oleh murid dalam bidang studitertentu dengan menggunakan tes standar sebagai alat pengukuran keberhasilanbelajar seseorang. Menurut Djamarah (1996), hasil belajar merupakan perestasidan dan kesan-kesan yang diperoleh sehingga mengakibatkan perubahan dalam diriindividu sebagai hasil aktivitas dalam belajar.bedasarkan pendapat tentanghasil belajar diatas maka kegiatan belajar mengajar dapat digunakan sebagaiukuran tingkat penguasaan pengetahuan dan keterampilan siswa stelah melakukankegiatan belajar dalam bidang tertentu.
Hudoyo (1990) mengemukakan pendapatnya temtanghasil belajar bahwa hasil belajar dan proses belajar kedua-duanya penting,didalam belajar ini , terjadi proses berfikir. Seseorang dikatakan berfikirbila orang itu melakukan kegiatan mental, bukan kegiatan motorik walaupunkegiatan motorik ini dapat pula bersama-sama dengan kegiatan mental tersebut,dalam mental itu orang menyusun hubungan antara bagian informasi yang telahdiperoleh sebagai pengertian . karena itu orang menjadi memahami dan menguaaihubungan tersebut sehingga orang itu dapat menampilkan pemahaman dan penguasaanbahan pelajaran yang dipelajari, inilah merupakan hasil belajar.
Djamarah (1996), berpendapat bahwa prestasibelajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkanperubahan dalam diri individu  sebagaihasil pengalaman belajarnya. Seiring dengan hal tersebut Dimyati (1999)mengartikan prestasi sebagai bukti keberhasilan yang dapat dicapai olehseseorang setelah melakukan usaha. Dalam kaitannya dengan belajar, maka prestasibelajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dalam bidang studi tertentusetelah mengikuti proses belajar mengajar.
4.  Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untukmenyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiranperasaan, kurikulum dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi(Sardiman, 1996). Media juga dapat di defensikan sebagai segalasesuatu yang dapat merangsang pikiran, perasaan perhatian dan kemauan siswasehingga mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Beberapa pengertian media diantaranyaadalah sebagai salah satu saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan daninformasi. Media dapat diartikan sebagai bentuk komuikasi baik cetak maupuanaudio visual serta segala peralatannya dan sebagai alat fisik yang   dapatmenyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Proses pembelajaran yang terjadi pada dasarnya merupakan suatu proseskomunikasi dimana komunikasi baru akan terjadi bila ada sumber pesan dan adapenerima pesan. Agar pesan yang disampaikan oleh sumber pesan atau pemberipesan tadi bisa tiba pada penerima pesan, maka dibutuhkan adanya wadah yangdisebut media. Media ini juga biasa sebut saluran (channel). Biasanya dalamsuatu proses komunikasi, walaupun pesan atau informasi sudah diberikan olehsumber dan ditujukan kepada penerima melalui media, akan tetapi bila tidak adaumpan balik, maka proses komunikasi itu tidak sempurna. Hal ini disebabkankarna bila tidak ada umpan balik, maka pemberi pesan tidak mengetahui apakahpesannya diterima atau tidak, apalagi untuk mengerti dan mengetahui isi pesan tersebut.
Fungsi media pembelajaran adalah membuat kongkrit konsep yang abstrak,membawa objek atau sukar di dapat dalam lingkungan belajar, menampilkan objekyang terlalu besar, menampilkan objek yang tidak dapat diamati, mengamatigerakan yang terlalu cepat, memungkinkan siswa berinteraksi langsung denganlingkungan, memungkinkan keseragaman pengamatan dan persegi bagi pengalamanbelajar siswa, membangkitkan motivasi belajar , memberi kesan individual untukseluruh anggota kelompok, menyajikan pesan atau informasi belajar secaraserempak, mengatasi batasan waktu dan ruang, dan mengontrol arah maupunkecepatan belajar siswa (Arikunto, 2002).
Davies,(1971) dalam  Sardiman (1996) secara umum media mempunyailima sifat yaitu : (1) membantu meningkatkan persepsi, (2) membantumeningkatkan transfer belajar, (3) membantu meningkatkan pemahaman, (4)membantu adanya retensi dan (5) membantu memberikan penguatan atau pengetahuantentang hasil yang diperoleh siswa. Itu berarti media intruksional harusbersifat fleksibel, mudah digunakan dan bersifat edukatif yang mendidik.
Penggunaan media pembelajaran merupakan salahsatu aspek yang sangat perlu diperhatikan guru dalam pembelajaran di sekolah.Melalui penggunaan media pembelajaran secara efektif, siswa diharapkan dapatmemahami secara optimal materi pelajaran yang diajarkan guru. Hal ini berartidemi optimalnya kegiatan pembelajaran maka seharusnya di dukung denganpenggunaan media pembelajaran, dimana hal tersebut dipertegas dengan pendapatbahwa media pembelajaran dapat menarik dan memperbesar perhatian anak didikterhadap materi pengajaran yang disajikan (Achsin,1993). Hal senada dikemukakanbahwa proses belajar mengajar dengan bantuan media mempertinggi kegiatanbelajar anak didik dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasilbelajar yang lebih  baik  dari pada tanpa bantuan media (Djamarah danZain, 2002).
5.       Pengertian Efektifitas
Pembelajaran yang ada baik di sekolah dasar maupun menengah sudah barangtentu mempunyai target bahan ajar yang harus dicapai oleh setiap guru yangdidasarkan paad kurikulum yang berlaku pada saat itu. Kurikulum yang adasekarang sudah jelas berbeda dengan kurikulum zaman dulu, ini ditenggarai olehsistem pendidikan dan kebutuhan akan pengetahuan yang mengalami perubahansesuai dengan kebutuhan zaman.
Bahan ajar yang banyak terangkum dalam kurikulum tentunya harusdisesuaikan dengan waktu yang tersedia pada hari efektif yang ada pada tahunajaran tersebut. Namun terkadang  materiyang ada dikurikulum lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Untuk itu perluadanya strategi efektifitas pembelajaran.
Efektifitas berasal dari bahasa Inggris yaitu effective yang berartiberhasil, tepat dan manjur. Efektifitas menunjukkan tercapainya suatu tujuan.Secara  ideal, efektifitas dapatdinyatakan dengan ukuran-ukuran yang agak pasti, misalnya usaha X adalah 60%efektif dalam mencapai tujuan Y. dalam kamus besar Bahasa Indonesia,efektifitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai pengaruh atau akibat. Atau efektif juga diartikandengan memberikan suatu hasil yang memuaskan.
Dari uraian di atas dapat dijelaskan kembali bahwa efektifitas merupakanketerkaitan antara tujuan dan hasil yang dinyatakan dan menunjukkan derajatkesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dan menunjukkan derajat kesesuaianantara tujuan yang dinyatakn dengan hasil yang dicapai.
6.   PembelajaranBerbasis Komputer
Perkembangan komputer dalam bidang pendidikan, khususnya dalampembelajaran sebenarnya merupakan mata rantai dari sejarah teknologipembelajaran. Sejarah teknologi pembelajaran ini sendiri merupakan kreasiberbagai ahli dalam bidang terkait, yang pada dasarnya ingin berupaya dalammewujudkan ide-ide praktis dalam menerapkan prinsip didaktik, yaitupembelajaran yang menekankan perbedaan individual baik dalam kemampuan maupundalam kecepatan.
Teori-teori psikologi pendidikan yang terkait dengan belajar tuntas(mastery learning) dengan tokoh-tokohnya seperti John B. Carrol, Jerome S.Bruner dan Benjamin S. Bloom juga sangat berpengaruh terhadap perkembanganteknologi pembelajaran. Selain itu kerangka acuan yang terkait denganperancangan atau desain pembelajaran juga turut menyemarakkan perkembanganteknologi pembelajaran yang selanjutnya digunakan juga sebagai acuan dalampenyusunan bingkaikerja dalam mengembangkan pembelajaran berdasarkan komputer.
Perspektif historis pembelajaran berasaskan komputer dimulai darimunculnya ide-ide untuk menciptakan perangkat teknologi terapan yangmemungkinkan seseorang melakukan proses belajar secara individual denganmenerapkan prinsip-prinsip didaktik tersebut. Dalam sejarah teknologipembelajaran kita menemukan bahwa karya Sydney L. Pressey (1960) untukmenciptakan mesin mengajar atau teaching machine bisa dicatat sebagai pelopordalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Sydney L. Pressey (1960) memandang bahwa mesin tes ini bisa digunakanpula dalam mengajar dan dengan sedikit mengubah tujuan, dari tujuan mengujimenjadi tujuan mengajar akhirnya alat itu diguankan juga sebagai mesinmengajar. Berbeda dengan media audio visual, komputer adalah suatu mediuminteraktif, dimana siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam bentukmempengaruhi atau mengubah urutan yang disajikan. Sebagai mana halnya denganpengunaan sumber-sumber audio visual yang dapat meningkatkan motivasi danmenyajikan informasi dan prakasa melalui stimulus visual dan audio, komputerpunya nilai lebih karena dapat memberi siswa pengalaman kinestetik melaluipenggunaan keyboard computer.
B.  Kerangka pikir
Proses Pembelajaran  dipandangberkualitas jika berlangsung efektif , bermakna dan ditunjang oleh sumber dayayang wajar. Dikatakan berhasil bila siswa menunjukkan tingkat penguasaan yangtinggi terhadap materi pelajaran yang harus dikuasainya sesuai dengan sasarandan tujuan pembelajaran.oleh karena itu guru sebagai pendidik dan pengajarbertanggung jawab merencanakan dan mengelolah kegiatan belajar mengajar sesuaidengan tuntutan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada setiap matapelajaran.
Proses belajar mengajar bukanlah hal yang sederhana, karena siswa tidaksekedar menyerap informasi dari guru, tetapi melibatkan berbagai kegiatanmaupun tindakan yang harus dilakukan, terutama bila diinginkan hasil belajaryang lebih baik. Salah satu cara belajar mengajar yang menekankan berbagaikegiatan dan tindakan adalah menggunakan metode tertentu dalam belajarmengajar, karna metode dalam proses belajar mengajar pada hakekatnya merupakanupaya dalam mengembangkan keaktifan belajar yang dilakukan oleh siswa dan guru.
Pengetahuan siswa akan lebih bermakna apabila dalam proses belajarmengajar melibatkan keterlibatan fisik dan mental siswa terhadap materi dansejumlah konsep yang didasarkan atas fakta. Untuk itu ketersediaan mediamerupakan prasyarat mutlak yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan belajarmengajar.
Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajarmengajar adalah multimedia (film pembelajaran).  Penggunaan video (film pendidikan ) pada mata pelajaran biologi, khususnyapada konsep atau materi yang sangat kompleks diharapkan dapat meningkatkanhasil belajar siswa.hal tersebut karena pengalaman belajar,manusia sebanyak 75%melalui indera pengelihatan, dan 13% indera pendengaran dan selebihnya melaluiindera lainya.
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dari totalitas ilmupengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seseorang diperoleh melaluiindera penglihatan, selebihnya melalui indera pendengaran dan indera lainnya.Hal ini mengisyaratkan pentingnya media didalam mengelolah kegiatanpembelajaran khususnya film pembelajaran.


C.  Hipotesis penelitian
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah dengan penggunaanmedia belajar berbasis komputer pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI MAN 1 Bulukumba efektif dalam menguji hasil belajar.





BAB III
METODEPENELITIAN
A.   Variabel dan Jenis Penelitian
1.  Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(classroom action research) yangterdiri atas dua siklus dan bertujuan untuk mengetahui Efektivitas mediabelajar  Berbasis komputer pada mata pelajaran biologi kelas XI MAN 1 Bulukumba.
2.   Variabel Penelitian
Penelitian ini terdiri atas 2 variabel yaitu  variabel bebas dan variabel terikat, variabelbebas penggunaan  Komputer dan variabel terikatnya adalahefektivitas pembelajaran biologi  kelas XI MAN 1 Bulukumba.
B. Defenisi operasional variabel
Secara operasional variabel-variabel yang dikaji dalam penelitian inidijelaskan sebagai berikut:
1.  Efektivitaspembelajaran  adalah  kegiatan pembelajaran yang tepatsasaran untuk menayangkan film pembelajaran biologi yang dapat dilihat padahasil belajar siswa pada setiap ahir siklus.
2.   Penggunaan Komputer adalah  melaksanakan proses pembelajaran, yang menggunakan komputer untukmenayangkan film pembelajaran biologi.

19


C.     Subjek penelitian
Penelitian inidilaksanakan di MAN 1 Bulukumbadengan jumlah siswa 32orang yang terdiri atas 7orang laki-laki dan 25perempuan. Secara lengkap penelitian subjek penelitian dapat digambarkansebagaimana table dibawah ini :
Tabel 1. Distribusi siswa kelas XI IPA 1 di MAN 1 Bulukumba.
Distribusi jumlah siswa
Laki-laki
7
Perempuan
25
Jumlah
32
Sumber : Data MAN 1 Bulukumba
D.   Prosedur penelitian
Prosedur penelitian tindakan kelas inidirencanakan sebanyak dua siklus,dengan langkah pelaksanaan PTK sebagaiberikut:
1.   Siklus I
a. Perencanaan
1) Refleksi awal yang dilakukan oleh peneliti saat melakukan observasiawal adalah hasil belajar siswa yang masih rendah serta proses pembelajaranyang kurang. Haltersebut merupakan bahan acuan bagi peneliti untuk melakukan siklus I dengan menggunakanpembelajaran menggunakan media film pembelajaran
2) Menyiapkan film pembelajaran sebagai mana materi yang akan disajikandan membuat format observasi untuk mengamati aktivitas siswa selamapembelajaran di kelas
b.  Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan terdiri atas beberapa langkahyaitu:
1.   Menyampaikan indikator pembelajarandan motivasi siswa. Geru menyampaikan indikator pelajaran yang ingi dicapai danmotivasi siswa belajar.
2.   Menyampaikan kepada siswapokok-pokok materi yang perlu diperhatikan ketika menyimak film pembelajaran.
3.   diintruksikan oleh guru dan sesuaidengan apa yang telah disimak melalui film pembelajaran.
4.   Melakukan didkusi kelas mengenaimateri yang telah dicatat siswa dari hasil menyimak film pembelajaran.
5.   Evaluasi, guru mengevaluasi hasilbelajar tentang materi yamg telah diberikan yaitudengan memberikan soal untuk masing-masing kelompok
c.   Observasi
1.   Mencatat segala kejadian selama berlangsungnyaproses belajar dalam lembar observasi.
2.   Menganalisis data dari hasilobservasi dan tes hasil belajar siklus.
d.  Refleksi
1.  Selamasiklus I, jika masihditemukan siswa yang memiliki nilai pada kategori rendah,dan partasipasinyadalam kegiatan pembelajaran kurang maka akan menjadi bahan refleksi untuksiklus II.
2.  .Hasilrefleksi pada siklus 1 dijadikan bahan sebagai langkah-langkah perbaikan yanglebih baik sesuai yang diharapkan pada siklus 11.Adapun perbaiakan yangdilakukan yaitu dengan memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa.
3.   Setelah dilakukan perencanaan, tindakan,observasi, dan refleksi, pada siklus I, biasanya munculpermasalahan-permasalahan baru yang perlu diperbaiki, Adanya masalah iniselanjutnya perlu dilakukan perencanaan ulang, tindakan ulang, observasi ulangdan refleksi ulang.
4.  SiklusI belajar yang menggunakan media audio (ceramah).
2.      Siklus II
Langkah-langkah yang diambil padasikus II ini relatif sama dengan langkah-langkah  yang diambil pada siklus I. Adapunlangkah-langkah yang perlu dilakukan pada siklus II ini adalah:
1.  Hasilrefleksi pada siklus I merupakan acuan bagi peneliti untuk melakukan siklus II.
2.  Pelaksanaantindakan dan observasi dalam siklus II sama dengan siklus I tentunya denganberbagai perbaikan.
3.  SiklisII menggunakan media berupa film (suara dan gambar)





Adapun prosedur PTK yang dilakukandi gambarkan sebagai berikut :

Refleksi awawl



Observasi refleksi dan evaluasi


Pelaksanaan Tindakan I
Perencanaan tindakan I
  


Revusi Tindakan (perencanaan Tindakan II)
Pelaksanaan tindakan II
Observasi,refleksi,
dan evaluasi
Revisi Tindakan II (perencanaan tindakang III)
Dan seterusnya sehingga diperoleh
SOLUSI yang telah direvisi  kondisinya dalam impelemtasinya dan  dampaknya

E.   Teknik Pengumpulan Data
Sumberdata dalam penelitian ini ada 2 yaitu lembar observasi aktivitas siswa padasiklus I dan II dalam hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa dapat diperolehdari tes hasil belajar siswa. Tes dibuat sendiri oleh peneliti. Tes hasilbelajar siswa berupa tes uraian yang sebelumnya telah dianalisis. Analisis tesdilakukan untuk mengetahui tes yang memenuhi syarat sebagai tes yang baikdengan cara mengetahui tingkat kesukaran dan daya pembeda.
F.    Analisis Data
Pengelolaan data dalam penelitian ini dilakukandengan cara kualitatif dan kuantitatif . data mengenai aktivitas siswadianalisis secara statistic kualitatif. Analisis data secara kuantitatifdigunakan analisis deskriftif dengan menggunakan kategori yang berpedoman padapetunjuk penilaian buku laporan pendidikan menurut Arikunto (2002) sebagai berikut:
Tabel 2.Pengkategorian HasilBelajar
Interval nilai
Kategori
85 – 100
65 – 84
55 – 64
45 – 54
0  - 44
Sangat tinggi
Tinggi
Sedang
Rendah
Sangat rendah
 Sumber : Data MAN 1 Bulukumba

Selain pengkategorian diatas, dilakukan pada analisis efektifitas penggunaan media dalam belajar berdasarkan ketuntasan hasil belajar siswa.Nilai ketuntasan didasarkan nilai keriteriaan ketuntasan minimal (KKM) matapelajaran biologi yang berlaku pada MAN 1 Bulukumba.  Keriteria ketuntasan tersebut berpatokan pada tabel :
Tabel 3.Keriteria Ketuntasan Hasil Belajar
Nilai siswa
Kriteria ketuntasan
≥ Nilai KKM
≤ Nilai KKM
Tuntas
Tidak tuntas
Sumber : Data MAN 1 Bulukumba







BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1.      Hasil Belajar Siklus I dan II.
Data mengenai hasil belajar siswadiperoleh dari tes hasil belajar siswa yang dilakukan pada akhir siklus I danSiklus II.  Secara lengkap hasil belajardapat dilihat pada lampiran I. sebagai mana hasil belajar siswa pada lampiran Itersebut maka dapat dilakukan analisis statistik deskriptif sebagai berikut.
Tabel 4. Distribusi Nilai hasil belajar MAN 1 Bulukumba
Statistik

Nilai Statistik Basil Belajar
Siklus I
    Siklus II
Jumlah sampel
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Rentang Nilai
Nilai rata-rata
31
85
45
40
65

32
100
64
36
82

Sumber : Hasil belajar MAN 1 Bulukumba yang telah diolah
Analisis deskriptif sebagaimana yangterlihat pada tabel diatas diketahui bahawa pada siklus I nilai yang tertinggiyang dperoleh sisiwa adalah 85, nilai terendah adalah 45 dengan rentang nilai40 dan nilai rata-rata 65, sedangkan pada siklus II nilai yang tertinggi yangdperoleh sisiwa adalah 100, nilai terendah adalah 64 dengan rentang nilai 36dan nilai rata-rata 82 .

25
Tabel 5. Distribusi Frekuensi, Presentaseserta kategori hasil belajar siswa kelas XI MAN 1 Bulukumba.
Interval Nilai
Kategori
Siklus I
Siklus II
F
%
F
%
85 – 100
65 – 84
55 – 64
45 – 54
0  - 44
Sangat Tinggi
Tinggi
Sedang
Rendah
Sangat Rendah
-
18
6
4
3
58,06
19,35
12,90
9,67
20
8
4
-
-
62,5
25
12,5
Jumlah
31
100
32
100
Sumber data : Hasil belajarsiswa kelas XI MAN 1 Bulukumba.
            Pada tabel 5. Tersebutmempelihatkan bahwa siklus I hasil belajar siswa kelas XI MAN 1 Bulukumba “sangat tinggi “yaitu 0% kategori “tinggi” 58,06% kategori “sedang” 19,35%kategori “rendah” 12,90% kategori “ sangat rendah 9,67%. Sedangkan pada siklus II secara umum mempeolehnilai memperoleh nilai dengan kategori “ sangat tinggi “yaitu 62,5% kategori“tinggi” 25% kategori “sedang” 12,5% kategori “rendah”0%, kategori “sangatrendah 0% Nilai Keriteria Ketuntasan Minimum (KKM) mata pelajaran siswa kelas XIMAN 1 Bulukumba. Dengan demikian maka hasil belajar berdasarkan Nilai KeriteriaKetuntasan Minimum (KKM ) adalah sebagai berikut :
Tabel 6. Distribusi Frekuensi serta kategorisiswa kelas XI MAN 1 Bulukumba.
No
Kriteria
Siklus I
Siklus II
F
%
F
%
1.
2.
Tuntas
Tidak Tuntas
18
13
58,06
4,19
28
4
87,5
12,5

Jumlah
31
100
32
100
Sumber : Hasil belajarsiswa kelas  XI MAN 1 Bulukumba.
            Tabel6. Diatas mendeskripsikan bahwa nilai siswa kelas XI MAN 1 Bulukumba  pada siklus I terdapat 18(58,06%) siswa yangmenunjukkan ketuntasan dan 13 (4,19%) siswa yang menunjukkan ketidak tuntasanhasil belajar , selajutnya pada siklus II terdapat 28(87,5%) siswa yang menunjukkanketuntasan dan 4 (12,5%) siswa yang menunjukkan ketidak tuntasan hasil belajar.
2.   Hasil Observasi Aktivitas Belajar siswa Siklus I dan Siklus II
  Pengamatan aktivitas belajar siswa dilakukandengan cara mengamati keseluruhan aktivitas siswa selama berlangsung prosespembelajaran kemudian mencatat dalam format aktivitas siswa . hasil pengamatandapat dilihat secara lengkap pada lampiran 2. Sebagaimana lampiran 2 makadilakakukan analisis, secara deskriptif sesuai dengan hasil yang ada pada lampiran2 tersebut,
Tabel 7. Distribusi frekuensi dan Presentase  siswa kelas XI MAN 1 Bulukumba.
No
Aktivitas siswa  yang diamati
Siklus
I
II
F
%
F
%
1.
Kehadiran
31
96,87
32
100
2.
Menyimak Pengarahan Guru 
23
74,19
32
100
3.
Menyimak Film Dengan Baik
20
64,51
32
100
4.
Mencatat Materi Penting
12
38,70
22
68,75
5.
Mengajukan Pertanyaan 
8
25,80
14
43,75
6.
 Menjawab Pertanyaan
6
19,35
13
40,62
7.
Membuat Kesimpulan
24
77,41
32
100
8.


Perilaku yang tidak relevan dalam PBM
a.      Ribut
b.     Keluar masuk
c.      Tidak menyimak Film 


4
2
11


12,90
6,45
35,48


-
-
-


Sumber : Hasil observasiSiswa kelas  XI MAN 1 Bulukumba.
Pada tabel 7 diatas menunjukkan bahwa aktifitasbelajar siswa yang relevan dengan siklus I yaitu terdapat 74,19% siswa yangmenyimak pengarang guru, yang menyimak film pembelajaran dengan baik 64,51%mencatat materi penting 38,70% mengajukan pertanyaan 25,80% dan menjawabpertanyaan 19,35% membuat kesimpulan 77,41%.
Selanjutnya pada siklus II aktivitas meningkatkearah positif dimana pada proses pembelajaran mengalami peningkatanpresentase, sebagaimana siklus II terdapat 100% siswa yang menyimak pengaranguru, yang menyimal film pembelajaran dengan baik 100% mencatat materi penting68,75 mengajukan pertanyaan 43,75 dan menjawab pertanyaan 40,62%  membuat kesimpulan 100%.
B. Pembahasan
   Hasilanalisis penelitian efektifitas penggunaan media berbasis komputer, yangdiperoleh baik secara observasi dan hasil belajar, menunjukkan suasana prosespembelajaran yang kondusif, dengan kata lain peningkatan kualitas pembelajaran.
Pengamatan aktifitas siswa menunjukkanterjadinya peningkatan presentase dimana pada siklus I yaitu terdapat 74,19%siswa yang menyimak pengaran guru, yang menyimal film pembelajaran dengan baik64,51% mencatat materi penting 38,70% mengajukan pertanyaan 25,80% dan menjawabpertanyaan 19,35% membuat kesimpulan 77,41%. Sedangkan pada siklus II peningkatan terlihat terdapat 100% siswa yangmenyimak pengaran guru, yang menyimal film pembelajaran dengan baik 100%mencatat materi penting 68,75% mengajukan pertanyaan 43,75% dan menjawabpertanyaan 40,62%  membuat kesimpulan 100%.
Rendahnya presentase pada siklus I dimungkinkankarena siswa belum mampu beradaptasi dengan terhadap metode pembelajaranmenggunakan media berbasis multimedia. Sebagimana hal diatas maka dilakukanrefleksi atau tindakan perbaikan untuk pelaksanaan siklus II.
            Pelaksanaan siklus II yang menunjukkanpeningkatan aktifitas belajar, maka terjadi pula peningkatan hasil belajar,yang ditunjukkan dengan  Analisisdeskriptif sebagaimana yang terlihat pada tabel diatas diketahui bahwa padasiklus I nilai yang tertinggi yang dperoleh sisiwa adalah 84, nilai terendah adalah44 dengan rentang nilai 40 dan nilai rata-rata 65, sedangkan pada siklus IInilai yang tertinggi yang dperoleh sisiwa adalah 100, nilai terendah adalah 64dengan rentang nilai 36 dan nilai rata-rata 82. Dan selanjutnyan analistersebut dilanjutkan dengan pengkategorian yang menunjukkan siklus I hasilbelajar siswa kelas XI MAN 1 Bulukumba “ sangat tinggi “yaitu 0% kategori“tinggi” 58,06% kategori “sedang” 19,35% kategori “rendah”12,90% kategori“  sangat rendah 9,67%. Sedangkan padasiklus II secara umum mempeoleh nilai memperoleh nilai dengan kategori “ sangattinggi “yaitu 62,5% kategori “tinggi” 25% kategori “sedang” 12,5% kategori“rendah”0%, kategori “  sangat rendah 0%,sebagaiman hasil pengkategorian diatas maka dilanjutkkan ke pengujian nilaiketuntasan berdasarkan standar KKM sekolah maka didapatkan hasil 18(58,06%)siswa yang menunjukkan ketuntasan dan 18 (58,06%) siswa yang menunjukkanketidak tuntasan hasil belajar 13(4,19%) , selajutnya pada siklus II terdapat 28(87.5%)siswa yang menunjukkan ketuntasan dan 4 (12,5%) siswa yang menunjukkan ketidaktuntasan hasil belajar.
Penggunaan mediaberbasis computer sangat tepat dengan pembelajaran biologi hal ini karenakonsep-konsep  tertetu dalam pelajaranbiologi terkadang menimbulkan kesan yang abstrak, sehingga siswa masih sulituntuk memahaminya apalagi ketika hanya menggunakan metode ceramah.


 

BAB  V
SIMPULANDAN SARAN
A.    Simpulan
            Berdasarkanhasil penelitian disimpulkan bahwa Pelaksanaan siklus II yangmenunjukkan peningkatan aktifitas penggunaan media belajar, maka terjadi pula peningkatan prestasidan hasil belajar, maka dapat disimpulkan bahwa dengan mengimplementasikan penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, maka prestasi belajar siswa kelas XI MAN 1 Bulukumba dapat ditingkatkan.
            Penggunaan media berbasis komputer sangat tepat denganpembelajaran biologi hal ini karena konsep-konsep  tertetu dalam pelajaran biologi terkadangmenimbulkan kesan yang abstrak, sehingga siswa masih sulit untuk memahaminyaapalagi ketika hanya menggunakan metode ceramah.
B.    Saran
Saran yang dapat dikemukakan sehubungandengan hasil penelitian yaitu:
1.  Kepadaguru mata pelajaran biologi diharapkan menggunakan metode pembelajaran berbasis komputer pada proses pembelajaran.
2.  Bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan metodeyang sama pada sampel yang berbeda untuk menguatkan hasil penelitian ini.


31
 
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman,M. 1996 . PendidikanBagi Anak Berkesulitan Belajar. Depdikbud Jakarta.

Achsin.1993. PerkembanganPeserta Didik. PT.Raja GRafindo .Jakarta.
Ali. 2002.). Guru dalam ProsesBelajar Mengajar.Sinar Baru Algesindo. Bandung.

Arikunto. S. 2002. ProduserPenelitian (Suatu Pendekatan Praktek).Rineka Cipta Jakarta.

                      2003. Dasar-Dasar Evaliasi Pendidikan (Edisi Revisi ). Bumi Aksara .Jakarta.

Djamarah, BS. Dan A.Zain 1996.Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta.Jakarta.

Djmarah,Syaiful Bahri. 2002 Psikologi Belajar . Rineka Cipta .Jakarta

Dimyanti Dan Mudjiono.1999. Belajar  dan Pembelajaran.Rineka Cipta .Jakarta.

Hamalik, O. 1994. Kurikulum Dan Pembelajaran.Bumi Aksara . Bandung.

Hudoyono, Herman.1990. Strategi Belajar Mengajar Matematika. IKIP Malang .Malang.

Nasution,M.A,2000 Didaktik Asas-Asas Mengajar.PT. Bumi Aksara Jakarta.

Poewardarminto.1982. Kamus Besar Bahasa Indonesia .Balai Pustaka . Jakarta

Sahabuddin, 1999.BelajarDan Pembelajaran. Badan Penerbit Universitas Negeri. Makassar.Makassar

Sardiman.1992. Ilmu Pendidikan. Pemaju Karya .Bandung.

               1996. Interaksi Dan MotivasiBelajar Mengajar. Rajawali Press. Jakarta

Slameto. 2003, BelajarDan Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta Jakarta

Sudjana 1989. Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar. Sinar BaruBandung

               ,2002 . Penilaian Hasil BelajarMengajar di Sekolah . Remeja Rosda Karya.Bandung

Suryosubroto, 1996. Proses Belajar Mengajar.Di Sekolah .Rineka Cipta. Jakarta.

Usman, Moh. Uzer. 2003. MenajadiGuru Frofesional. PT. Remaja Rosda Karya Bandung .

Winarno, 1990. PengantarInteraksi Mengajar-Belajar Dasar Dan Teknik Metodologi Pengajaran.Bandung. 
                                                                    


                                                           
 

LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar