Kamis, 30 Oktober 2014

TAWA SEORNG BAYI DAN TANGISAN PEDANG



TAWA SEORNG BAYI DAN TANGISAN PEDANG

Pada saman dahuli kala tanah yang sangat amatlah jauh
Hiduplah seorang pejuang
Pejuang dengan mata yang hampa
Dia berlatih sepanjang hidupnya demi satu tujuan
Untuk menjadi ahli pedang terhebat sepanjang sejarah umat manusia.
Dia baru mencapai abisi hidupnya
Tetapi hatinya terasa lebih hampah
Dua klan itu sudah berperang selama lima ratus tahun
Dan mereka bersumpah akan terus berperang  hinggga diantara salah satu dari mereka
Tak menyisakan satupun orng hidup dibawah kebencian
Dan sekarang,
Disinilah dia.
Melihat musuh terakhirnya...........................!!!!!
Disaat putri pejuang yang kecil itu tertawa
Itu menimbulkan sesuatu didalamnya
Tetapi sekarang tak ada waktu untuk merasakannya.
SERULING SEDIH pembunuh terkejam di timur.
Dulu untuk mengakhiri hidup sang bayi
Dia meletakkan nama bayi itu paling atas
Dalam daftar kematian klannya.
Dalam perjalanannya,
Tanpa membawa apapun kecuali pakaian dibahunya dan sang bayi di lengannya.
Dia memutuskan untuk membayar kunjungan keteman seperjuangan tuannya di tanah yang sangat jauh.
Jalan seorng pejuang
Tiba-tiba muncullah gurunya dan mengatakan;
Kau datang padaku untuk menjadi kuat
Aku sudah membuatmu menjadi yang terkuat
Bayi itu akan selalu menjadi musuh”

Dia menemukan mendapat sedikit teman
Di sekelilingmu merupakan hal baik Saat matahari terbenam
Tapi lebih dari itu, sang pejuang belajar bahwa ada banyak kesenangan
Membuat sesuatu tumbuh dari pada menebasnya.
Kebahagiiaan saat semua yang kotor menjadi bersih
Dia juga belajar kebahagiaan dari kekalahan.

Dan dia ketemu lagi dengan guruhnya dan mengatakan;
 “inikah hidu baru yang kau temukan?
Lucu......
Terlihar seperti hidupmu yang lama
Menurutmu kau akan memberitahu bayi itu bahwa kamulah yang membunuh ibunya, ayahnya dan seluruh klainnya.......???
Dia adalah musuh
Dia akan slalu menjadi musuh
Kau datang padaku untuk menjadi kuat
Bahkan aku sudah membuatmu untuk menjadi yang terkuat
Bunuh dia sekarang, kau tak diinginkan disini”

Dia menjawab;

”Aku diinginkan”
“aku berguna”

Lalu dia bertarung dengan gurunya.....
Dan mengingat bahwa gurunya pernah mengajarkan  semua jurus yang ada pada dirinya
“Kau punya tubuh yang sempurnah untuk mejadi pembunuh
Tetapi memiliki hati seorng pendeta
Hatimu akan menjadi musuh terbesarmu
Kau harus bunuh musuh terbesarmu
Kita adalah pembunuh
Semua yang kita cintai akan kita bunuh”
MAKA dia telah membunuh gurunya dengan pedangnya sendiri

Dan gurunya bersumpah mengatakan;
“Kau adalah pembunuh
Semua yang kau cintai akan kau hancurkan”
Sang pejuang berjalan menjauh
Dalam legenda dia tak pernah berhenti berjalan
Selalu memastiakan  membuat jarak sejauh mungkin.
Antara dirinya dengan gadis yang dia cintai. (Thewariorway.cokelatos///)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar